Sumbar

KAI Divre II Sumbar Tingkatkan Pelayanan dengan Optimalkan Peran Stasiun Tabing

5
×

KAI Divre II Sumbar Tingkatkan Pelayanan dengan Optimalkan Peran Stasiun Tabing

Sebarkan artikel ini
Stasiun Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat.(ist)

SUMBAROPINI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengoptimalkan fungsi sejumlah stasiun dalam wilayah operasinya.

Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah Stasiun Tabing, stasiun bersejarah yang telah menjadi bagian penting mobilitas warga sejak awal abad ke-20.

Terletak di Jalan Adinegoro, Bungo Pasang, Koto Tangah, Kota Padang, Stasiun Tabing memiliki peran signifikan bagi berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, pedagang, hingga para pekerja yang mengandalkan transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas utama.

Stasiun ini menjadi titik naik-turun penumpang untuk dua layanan unggulan Divre II Sumbar, yakni KA Pariaman Ekspres dan KA Minangkabau Ekspres.

KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 10 perjalanan setiap hari dengan rute Paulina, Kampung Jua, Padang, Alai, Air Tawar, Tabing, Lubuk Buaya, Duku, Pasar Usang, Lubuk Alung, Pauhkambar, Kuraitaji, Cimparuh, hingga Pariaman Naras.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan, menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Duku, Tabing, Air Tawar, Alai, Padang, Tarandam, hingga Pulau Aie.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan di Stasiun Tabing menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat Tabing, stasiun ini bukan sekadar bangunan perhentian kereta, tetapi bagian dari kehidupan mereka. Karena itu, KAI berkomitmen memastikan setiap fasilitas yang beroperasi dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bangunan Stasiun Tabing yang sederhana namun sarat nilai historis dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat sejak masa lampau. Potensi besar stasiun ini kini terus didorong untuk menjadi simpul layanan sekaligus ruang interaksi bagi warga sekitar.

KAI terus melakukan berbagai langkah perbaikan layanan, mulai dari peningkatan kebersihan, penataan ruang tunggu, pembenahan fasilitas dasar, hingga penyediaan akses yang lebih inklusif bagi seluruh kelompok pengguna.

Selain itu, KAI membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah serta komunitas setempat agar stasiun dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat, termasuk dalam bidang budaya dan edukasi.

Reza menambahkan bahwa peningkatan layanan di jalur ini sejalan dengan fokus KAI dalam menghadirkan perjalanan yang terintegrasi dan semakin nyaman.

“Pelayanan yang baik tidak harus menghilangkan nilai sejarah. Kami ingin masyarakat merasakan kenyamanan perjalanan sekaligus dapat mengenali jejak budaya yang ada di setiap stasiun,” jelasnya.

KAI Divre II Sumbar optimistis bahwa optimalisasi fungsi Stasiun Tabing akan memberi dampak positif bagi mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi dan sosial di kawasan sekitarnya.(red)