Pariaman

Di Padang Pariaman, 11 Rumah Hanyut dan 2.818 Jiwa Mengungsi

4
×

Di Padang Pariaman, 11 Rumah Hanyut dan 2.818 Jiwa Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Parikmalintang, Sumbar Opini – Intensitas hujan masih tinggi. Banjir masih terjadi dan bahkan semakin meluas di Kabupaten Padang Pariaman. Sedikitnya 3.346 rumah atau 10.128 penduduknya dilaporkan terkena dampak. Sebelas rumah di antaranya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

“Ini baru data sementara,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Emri Nurman, Rabu (26/11).

Menurut Emri, dari 10.000 lebih yang terdampak, 2.818 jiwa di antaranya telah mengungsi. Pemkab sudah mendirikan sejumlah dapur umum guna melayani warga yang terdampak tersebut, ungkapnya.

Banjir yang melanda 10 dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman juga telah mengakibatkan rusaknya ratusan hektar areal sawah dan ladang masyarakat serta satu unit sekolah di daerah Batang Gasan. Selain itu, beberapa ruas jalan juga mengalami kerusakan. Salah satunya ruas jalan ke pusat pemerintahan Padang Pariaman, yaitu Padang Baru – Kampuang Bonai, Nagari Parikmalintang, Kecamatan Anam Lingkuang. Ruas jalan tersebut putus dan sangat berdampak kepada masyarakat.

Sementara, di beberapa titik lain, banjir juga mengakibatkan rusaknya irigasi dan bendungan. Cukup banyak. Tidak kalah banyak dengan jumlah ruas jalan yang tertimbun material longsor.

Sestama Tinjau Bencana Padang Pariaman

Bupati John Kenedy Azis ketika dihubungi Singgalang, Rabu (26/11), ternyata sedang berada di lapangan. “Bapak Bupati sekarang sedang Bersama Bapak Sestama BNPB meninjau ruas jalan yang amblas di Sikayan,” kata Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman.

Menurut Emri, Sestama BNPB, Rustian ke Sumatera Barat untuk meninjau kerusakan akibat bencana yang terjadi. Terutama yang ada di Padang Pariaman. “Rencananya Bapak Rustian juga akan ke Kampuang Galapuang, Ulakan,” ungkap Emri.(red)