Proyek strategis tersebut mendapat dukungan Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) dari Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo mengatakan revitalisasi terminal LPG tersebut dikerjakan oleh Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC).
Nantinya, suplai LPG ke Terminal LPG Belawan direncanakan menggunakan kapal berkapasitas besar dari Terminal LPG Arun di Lhokseumawe.
“Diharapkan keseluruhan proyek revitalisasi Terminal LPG Belawan ini dapat selesai pada tahun 2027 mendatang,” ujar Hari saat monitoring dan kunjungan lapangan proyek revitalisasi Terminal LPG Belawan di Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/5).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Abdullah Noer Deny, Direktur Utama PertaMC, Yardinal, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi.
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan revitalisasi Terminal LPG Belawan yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Sunardi menjelaskan revitalisasi Terminal LPG Belawan akan memperkuat kelancaran distribusi LPG sekaligus mendukung ketahanan energi di wilayah Sumatera Utara. Selain itu, terminal tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan penyaluran LPG kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat melalui revitalisasi Terminal LPG Belawan. Kehadiran terminal ini diharapkan semakin meningkatkan keandalan pasokan LPG dan mendukung penyaluran LPG di Sumut,” kata Sunardi.
Melalui sinergi antara Pertamina Patra Niaga, Kejaksaan Agung RI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, proyek revitalisasi Terminal LPG Belawan diharapkan berjalan optimal dan selesai tepat waktu.(Red)












