SUMBAROPINI – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, melalui unit kerja Fuel Terminal (FT) Medan, secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan pekerja melalui implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Aula BKKBN Sumut pada Selasa (2/4).
Program TAMASYA merupakan inisiatif inovatif dari BKKBN yang bertujuan menciptakan ekosistem kerja suportif, khususnya bagi para orang tua yang bekerja.
Dalam implementasinya, Pertamina telah menggandeng dua mitra Tempat Penitipan Anak (TPA), yaitu TPA Azhari Education dan UPTD PS Anak Balita Medan.
Langkah ini diambil guna memastikan tersedianya layanan pengasuhan anak yang aman, edukatif, dan memiliki standar kualitas yang baik bagi putra-putri karyawan.
Fuel Terminal Manager Medan, Kilbergen Wilton Gultom, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam menyeimbangkan antara produktivitas profesional dan tanggung jawab domestik karyawan.
”Kami berkomitmen menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah anak. Dengan fasilitas pengasuhan yang terjamin, para pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan optimal tanpa mengesampingkan peran mereka sebagai orang tua,” ujar Kilbergen.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST, M.Eng, menekankan pentingnya standarisasi taman asuh di lingkungan kerja.
Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan bonus demografi dan memperkuat institusi keluarga. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan pekerja perempuan tidak perlu merasa terbebani untuk memilih antara karier dan pengasuhan anak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan investasi jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem kerja yang inklusif.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan karyawan, termasuk dukungan terhadap tanggung jawab keluarga, berdampak langsung pada fokus, loyalitas, dan kinerja,” ungkap Fahrougi.
Program kolaborasi ini juga merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin 5: Kesetaraan Gender dan poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.(Red)












