SUMBAROPINI – Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang resmi berpindah tangan.
Ronaldo Davinci Talesa kini menjabat sebagai Kepala Lapas Padang, menggantikan Junaidi Rison. Serah terima jabatan berlangsung secara khidmat pada Kamis, 23 April 2026.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menegaskan bahwa Ronaldo dihadapkan pada tantangan besar.
Ia diminta tidak hanya mempertahankan capaian pejabat sebelumnya, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi warga binaan dan masyarakat.
“Fungsi utama pemasyarakatan adalah reintegrasi sosial, yaitu mengembalikan warga binaan menjadi bagian dari masyarakat yang produktif. Ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kinerja nyata dan optimal,” tegas Kunrat.
Kunrat juga mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi lintas instansi. Menurutnya, pengelolaan lapas yang modern membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar program pembinaan dapat berjalan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapan untuk mempererat kolaborasi. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendukung program pembinaan di Lapas Padang, khususnya yang berbasis pengembangan karakter dan spiritualitas.
“Kolaborasi yang telah terbangun selama ini akan kami lanjutkan dan tingkatkan. Pemko Padang siap mendukung, termasuk penguatan program kepramukaan dan kegiatan keagamaan di dalam lapas,” ujar Raju.
Salah satu terobosan yang akan disinergikan adalah penguatan konsep pembinaan “Dari Napi Menjadi Santri”. Program tersebut nantinya diintegrasikan dengan inovasi Smart Surau sebagai langkah strategis untuk memperkuat mentalitas warga binaan agar tidak kembali melakukan tindak pidana setelah bebas.
Sementara itu, Junaidi Rison yang telah menyelesaikan masa tugas di Padang akan melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo.(Red)







