SUMBAROPINI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat aspek keselamatan operasional melalui kegiatan Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan di SPBU CODO 13.233.404, Kabupaten Aceh Besar, pada 8 hingga 10 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin, serta fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan dan simulasi ini, terdiri atas 50 peserta eksternal, termasuk pengawas SPBU wilayah Kota Banda Aceh, serta 25 pekerja dan operator SPBU CODO 13.233.404.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dengan pelatihan First Aider yang berlangsung di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi tabletop exercise dan simulasi lapangan yang digelar langsung di area SPBU CODO 13.233.404.
Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan skenario keadaan darurat berupa luberan bahan bakar minyak (BBM) saat proses pembongkaran yang memicu kebakaran pada mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin di area SPBU. Simulasi ini bertujuan menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, koordinasi antar fungsi, serta kesiapan personel dalam menghadapi potensi insiden operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pertamina. Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menyampaikan bahwa simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh personel dan mitra kerja memiliki standar kesiapsiagaan yang sama dalam menghadapi berbagai potensi risiko operasional.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional. Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, kami berharap seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional,” katanya.












