SUMBAROPINI – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Berbagai langkah percepatan dilakukan, mulai dari pengoperasian Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam hingga penambahan armada mobil tangki.
Pertamina menyatakan, monitoring terhadap stok dan penyaluran BBM di seluruh Fuel Terminal maupun SPBU dilakukan secara intensif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga melakukan penataan pola distribusi bersama mitra transportir untuk meningkatkan keandalan layanan dalam memenuhi lonjakan kebutuhan BBM.
Proses penyesuaian tersebut berdampak pada distribusi ke sebagian SPBU yang berada di wilayah layanan Fuel Terminal Medan. Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM masih berada dalam kondisi aman.
Sebagai bagian dari upaya normalisasi distribusi, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam. Selain itu, perusahaan menambah kapasitas angkutan melalui skema spot charter sebanyak 35 unit mobil tangki.
Tidak hanya itu, Pertamina juga memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT) dengan dukungan personel Bekang TNI dan Kodaeral I Belawan.
Distribusi BBM turut diperkuat melalui pola alih suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe untuk mendukung penyaluran dari Fuel Terminal Medan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mempercepat distribusi sekaligus memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami terus melakukan berbagai upaya percepatan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui operasional Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, serta dukungan alih suplai dari terminal penyangga.
“Kami berupaya memastikan penyaluran BBM ke seluruh SPBU dapat berlangsung lebih cepat sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Seluruh upaya tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan standar Health, Safety, Security, & Environment (HSSE),” katanya.
Pertamina juga terus memantau kondisi stok, antrean kendaraan, serta realisasi penyaluran di setiap SPBU. Di sisi lain, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hiswana Migas, dan aparat keamanan terus diperkuat agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Ke depan, Pertamina menyatakan akan terus melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk penambahan personel Awak Mobil Tangki dan armada mobil tangki, guna mempercepat proses distribusi BBM kepada masyarakat.(Red)












